Bengkulu, DM – Gelombang aksi demonstrasi yang mendesak Gubernur Bengkulu untuk mencopot Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menuai sorotan. Aksi yang dipicu oleh isu dugaan perselingkuhan tersebut dinilai sarat akan kepentingan kelompok tertentu oleh sebagian pihak.
Ketua Umum Ormas Gerbang Merah Putih (GMP) Bersatu, melalui Sekretaris Muhammad Martanus mengimbau kepada seluruh anggotanya agar tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa tersebut. Menurutnya, gerakan itu tidak membawa dampak positif maupun manfaat langsung bagi masyarakat luas.
“Kami mengimbau seluruh anggota untuk tidak ikut-ikutan dalam aksi yang tidak memiliki urgensi bagi kepentingan rakyat,” ujar Sekretaris GMP Bersatu, Muhammad Martanus, kepada awak media, Senin (22/6/2026].
Martanus menegaskan, sikap ini bukan berarti ormas GMP Bersatu antipati terhadap aksi penyampaian aspirasi di muka umum. Namun, ia menekankan bahwa setiap gerakan massa idealnya harus berlandaskan asas manfaat untuk masyarakat, bukan kepentingan segelintir oknum.
Ia mengkhawatirkan, rentetan aksi demonstrasi yang terus berulang ini justru berpotensi memecah konsentrasi kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu. Terlebih, saat ini jajaran pemprov diklaim sedang fokus mengawal berbagai program pembangunan daerah.
“Daripada terjebak dalam isu kelompok, kami berpesan kepada seluruh anggota GMP Bersatu untuk tetap fokus menjalankan program-program kerja yang langsung menyentuh dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” tambah Martanus.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait—termasuk koordinator aksi unjuk rasa maupun Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso—belum memberikan tanggapan resmi mengenai tudingan adanya tunggangan kepentingan di balik aksi tersebut. (Red)






















