AROSUKA – Di tengah kepungan duka akibat bencana galodo dan banjir bandang, dapur umum Dinas Sosial Kabupaten Solok tak berhenti mengepul.
Memasuki hari ketiga masa penanganan darurat bencana, para petugas terus berjibaku menyiapkan makanan bagi masyarakat terdampak. Sekitar 1.500 hingga 1.600 paket nasi diproduksi setiap hari untuk memastikan kebutuhan dasar warga, khususnya para pengungsi, tetap terpenuhi.
Kerja cepat tersebut mendapat apresiasi langsung dari dua Srikandi DPRD Kabupaten Solok, Yetti Aswati dari Fraksi Golkar dan Endang Sri Rahayu dari Fraksi PPP, saat meninjau aktivitas dapur umum di lokasi.
Yetti Aswati yang akrab disapa Eti Garende bahkan mengaku terkesan melihat langsung respons para petugas di lapangan.
Menurutnya, dapur umum bukan sekadar tempat memasak, tetapi menjadi salah satu tumpuan penting bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit pascabencana.
“Saya minta 10, langsung dikasih 20. Jadi sangat luar biasa untuk dapur umum,” ujar Eti.
Ia menegaskan, dalam kondisi darurat, kebutuhan paling mendasar masyarakat harus menjadi perhatian utama. Sebelum memikirkan kebutuhan lainnya, warga terdampak harus dipastikan mendapatkan makanan yang cukup.
Hal senada disampaikan Endang Sri Rahayu. Saat turun langsung ke lapangan, ia masih menemukan sejumlah pengungsi yang belum mendapatkan makanan.
Kondisi tersebut, menurut Endang, menunjukkan betapa pentingnya keberadaan dapur umum sebagai pusat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat selama masa tanggap darurat.
“Seperti yang disampaikan Bu Yeti, tadi ada beberapa pengungsi yang memang belum makan. Inilah tempat yang bisa kita jadikan tempat untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat kita yang terkena bencana,” ujar Endang.
Ia berharap pelayanan dapur umum dapat terus berjalan maksimal selama masa tanggap darurat. Endang juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Dapur Umum Provinsi Sumatera Barat yang ditempatkan di SMAN 2 Gunung Talang.
Menurutnya, dukungan lintas pihak tersebut sangat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan makanan warga yang terdampak bencana.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Solok, Dafitrach, memastikan kebutuhan bahan pokok untuk operasional dapur umum terus dipenuhi.
Dukungan logistik disiapkan untuk menunjang pelayanan sejak hari pertama hingga hari ke-14 masa tanggap darurat bencana Kabupaten Solok.
Ketersediaan bahan pangan menjadi salah satu faktor penting agar produksi makanan bagi masyarakat terdampak tidak terhenti.
Dengan dukungan logistik tersebut, Dinas Sosial berupaya memastikan pelayanan dapur umum tetap berjalan dan kebutuhan makanan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Tak hanya mengapresiasi dapur umum, Eti Garende juga menyoroti kuatnya solidaritas masyarakat Nagari Koto Sani dalam membantu warga terdampak.
Sekitar 150 warga turun langsung membantu membersihkan kawasan yang terdampak bencana, termasuk kawasan perumahan di bagian bawah serta area sekitar Kantor DPRD Kabupaten Solok.
Aksi gotong royong tersebut turut difasilitasi anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Solok, Trio Karno Vivo.
Bantuan juga datang dari masyarakat perantauan Koto Sani. Sebelumnya, sebanyak 280 bungkus nasi telah disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Tidak berhenti sampai di sana, sekitar 650 bungkus nasi kembali direncanakan untuk disalurkan pada tahap berikutnya.
Bagi Eti, gerakan tersebut menjadi bukti bahwa penanganan bencana bukan hanya tugas pemerintah. Solidaritas masyarakat menjadi kekuatan penting untuk membantu warga bangkit dari situasi sulit.
“Terima kasih banyak. Mudah-mudahan kita terus bergerak sambil mencari informasi di lapangan dan mendukung pemerintah mengurusi masyarakat yang terdampak,” pungkas Eti Garende.**yaNs









