Iklan
Iklan

Puluhan CPNS Taliabu Luncurkan Inovasi Digital, Dorong Layanan Publik Lebih Cepat dan Transparan

Taliabu | dutametro.com – Sebanyak 41 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNSD Formasi 2026 di Kabupaten Pulau Taliabu secara serentak meluncurkan berbagai inovasi digital melalui proyek perubahan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem administrasi daerah agar lebih progresif, cepat, dan transparan dalam melayani masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Pulau Taliabu, Hayatuddin Fataruba, menilai kehadiran para abdi negara muda tersebut membawa angin segar bagi percepatan transformasi teknologi di daerah.

Menurutnya, peserta Latsar tidak hanya menjalankan kewajiban pelatihan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan birokrasi.

“Berbagai inovasi yang dirancang sangat relevan dengan kebutuhan daerah, terutama dalam memperpendek jarak birokrasi dan meningkatkan transparansi layanan,” ujar Hayatuddin.

Dari puluhan inovasi yang dipaparkan, terdapat sejumlah terobosan yang dinilai berdampak signifikan, baik bagi masyarakat maupun tata kelola internal pemerintah.

Salah satu inovasi yang menonjol adalah layanan Kartu AK1 Digital Lite di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Inovasi ini bahkan disebut sebagai pionir di Provinsi Maluku Utara dan mendapat apresiasi dari tim penguji BKPDSMA serta coach dari Lembaga Administrasi Negara (LAN).

“Ini membuktikan bahwa SDM Taliabu mampu menciptakan sistem yang lebih maju dibandingkan daerah lain di Maluku Utara,” jelasnya.

Tak hanya di sektor ketenagakerjaan, inovasi juga merambah bidang pengawasan dan keterbukaan informasi. Di antaranya sistem pengaduan penyalahgunaan Dana BOS berbasis WhatsApp di Inspektorat Daerah, hingga aplikasi monitoring proyek pembangunan secara real-time melalui E-Monev Project By Optimus.

Menariknya, para CPNS juga memanfaatkan platform yang akrab di masyarakat seperti Google Form, Google Drive, hingga media sosial untuk mendukung pelaporan, pengarsipan, hingga layanan publik di berbagai instansi—mulai dari Satpol PP, Pemadam Kebakaran, hingga fasilitas kesehatan seperti RSUD Bobong dan Puskesmas Samuya.

Hayatuddin yang juga menjabat sebagai Kepala BKPSDMA Taliabu mengungkapkan bahwa seluruh inovasi ini mendapat perhatian positif dari Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus.

Bupati menilai gerakan digitalisasi tersebut sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan daerah tertinggal, di mana efisiensi berbasis teknologi menjadi kunci untuk mengejar ketertinggalan.

Pemerintah daerah pun berkomitmen agar inovasi yang lahir dari Latsar ini tidak berhenti sebagai proyek pelatihan semata, melainkan diintegrasikan secara berkelanjutan dalam sistem kerja pemerintahan.

“Harapannya, inovasi yang sudah dirancang saat aktualisasi bisa terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat Taliabu,” pungkas Hayatuddin.

Sebagai informasi, total terdapat 41 inovasi yang dihasilkan peserta Latsar, mencakup berbagai sektor seperti pengawasan, keuangan, kebencanaan, kesehatan, ketertiban umum, hingga pelayanan publik berbasis digital.

Jak

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News