Parigi Mautong, Dutametro.com – Sebuah aksi perkosaan yang dilakukan 11 pria terhadap seorang gadis berusia 15 tahun membuat geger warga di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng). Ironisnya lagi 2 dari 11 pelaku tersebut berstatus oknum brimob dan kepala desa (Kades).
Menurut keterangan Kapolres Parimo AKBP Yudy Arto Wiyono, mengatakan “Kadesnya kan udah (ditetapkan tersangka) dan kalau oknum Brimob dalam kasus tersebut kita masih melakukan pendalaman dan pengembangan,” ujarnya, Jumat (26/5/2023).
Kemudian Yudy mengatakan pemerkosaan ini terjadi di beberapa lokasi di Parimo sejak April 2022 hingga Januari 2023. Sementara para pelaku melancarkan aksinya dengan cara mengiming-imingi korban berbagai imbalan.
Yudi menyebutkan, “Para pelaku ini memberikan berupa iming-iming uang yang bervariasi dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu. Bahkan pelaku ada juga yang memberikan makanan, pakaian serta pernah juga memberikan handphone kepada korban,” jelasnya.
Selanjutnya menurut Yudy, terkuaknya kasus ini setelah pihaknya menerima laporan dari orang tua korban pada Januari 2023 lalu. Sementara korban saat ini mengalami trauma hingga dirawat di rumah sakit di Kota Palu.
Yudi mengungkapkan, “Akibat dari pada persetubuhan (pemerkosaan) tersebut korban ini mengalami trauma baik trauma psikis kemudian malu dan saat ini mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Palu,” katanya.
10 Orang Jadi Tersangka
Sementara itu Yudy mengatakan 10 dari 11 orang terduga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka ialah NT, ARH, AR, AK, FA, DU, AK, AS, AW dan kades HR.
Namun kendati demikian, polisi baru melakukan penahanan terhadap 5 orang tersangka. Sedangkan lima tersangka lainnya masih akan dipanggil untuk diperiksa penyidik.
Dijelaskan Yudi, “10 Tersangka namun 5 yang sudah dilakukan penahanan di Mako Polres dan 5 akan kita panggil untuk dilakukan pemeriksaan namun belum ada konfirmasi. Yang sudah ditahan NT, ARH, AR, AK dan HR,” terangnya.
Lalu ujar Yudi, untuk oknum Brimob berinisial HST belum ditetapkan tersangka. Yudy mengatakan tim penyidik masih akan melakukan pendalaman.(H.A)


















