Iklan
Iklan

TIDAK HANYA BUNGA KRISAN DAN KOPI PAYO.KOTA SOLOK JUGA PUNYA AREA OLAH RAGA PARALAYANG

SOLOK dutametro.com.- – Kota Solok tidak hanya dikenal dengan Beras Solok-nya. Di ketinggian gugusan Bukit Barisan, tersimpan destinasi unggulan bernama Agrowisata Payo yang kini menjadi magnet baru wisatawan Sumatera Barat.

Kawasan ini terletak di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, hanya berjarak sekitar 6 km atau 15 menit dari pusat Kota Solok. Berada di ketinggian 900 hingga 1000 meter di atas permukaan laut, Payo menawarkan hawa sejuk khas pegunungan dan panorama yang luar biasa.

Dari Puncak Payo, mata pengunjung akan dimanjakan dengan hamparan Sawah Solok yang membentang, latar Gunung Talang yang berdiri anggun, hingga Danau Singkarak yang mempesona di kejauhan. Tak heran jika lokasi ini juga dikenal sebagai Panorama Puncak Payo yang bisa mengamati lanskap Kota Solok beserta Gunung Marapi dan Gunung Talang.

Daya tarik utama Agrowisata Payo yang dirintis sejak 2017 adalah Taman Bunga Krisan. Di sini terdapat penangkaran bunga krisan dengan berbagai warna menarik yang ditanam di dalam greenhouse untuk menjaga kualitasnya.

Selain bunga, Payo juga dikembangkan sebagai sentra kopi. Pemerintah Kota Solok mencatat kawasan Payo memiliki lahan perkebunan kopi seluas 70 hektar dengan potensi produksi 20 ton per tahun. Wisatawan bisa menikmati Kopi Payo langsung di lokasi sambil menikmati pemandangan.

“Agrowisata terpadu dengan ikon bunga Krisan dan kopi di kawasan Payo merupakan peluang untuk Kota Solok dalam mengembangkan pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ujar Wali Kota Solok saat pengembangan kawasan ini.

Epy Darmawan selaku kadis pariwisata juga menambahkan Agrowisata Payo seluas 400 Ha ini dipusatkan di area bernama Central Batu Patah Payo, yang menjadi titik kumpul dan istirahat wisatawan sebelum menjelajah kebun buah seperti alpukat, manggis, dan pisang Kepok Tanjung.

Tak hanya agrowisata, di kawasan pendukung Payo juga dibangun daya tarik wisata olahraga yakni area olahraga wisata paralayang di Puncak Bidadari. Ini melengkapi konsep sport tourism di Kota Solok.

Saat ini, pengelolaan Agrowisata Batu Patah Payo dilakukan oleh Pokdarwis setempat di bawah binaan Dinas Pariwisata Kota Solok. Untuk masuk, wisatawan belum dipungut biaya, hanya membayar parkir.

Aksesnya pun mudah dan sudah tertata. Pengunjung disarankan datang pagi atau sore hari untuk mendapatkan momen terbaik sunrise dan pemandang

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News