TALIABU, dutametro.com — Pemerintah Desa Nggele, Kecamatan Taliabu Barat Laut (TBL), Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar Rembuk Stunting sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tahun Anggaran 2027.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Nggele, Senin (21/9/2026), menjadi forum penting untuk mengidentifikasi persoalan kesehatan masyarakat sekaligus menyusun program prioritas yang dinilai mampu mendukung percepatan pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa.
Rembuk tersebut dihadiri Pemerintah Desa Nggele, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Adiman Hanifa, perwakilan Camat Taliabu Barat Laut La Ode Alwian, Koordinator Kecamatan Anton Hardi, perwakilan Kepala Puskesmas Dani Ladini dan Hurliati, Ketua Kader Posyandu Saliati beserta jajaran, serta perwakilan masyarakat.
Pejabat Kepala Desa Nggele, Hasri Rasidi, mengatakan persoalan stunting masih menjadi salah satu perhatian penting dalam pembangunan sumber daya manusia sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Pemerintah desa bersama masyarakat perlu mendorong intervensi dari berbagai sektor, mulai dari pemenuhan gizi, sanitasi, ketersediaan air bersih, edukasi keluarga hingga peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar.
“Kegiatan rembuk diawali dengan pemaparan data kondisi kesehatan masyarakat dan sasaran keluarga yang berisiko stunting di Desa Nggele,” ujar Hasri.
Setelah pemaparan data, peserta kemudian berdiskusi untuk memetakan berbagai faktor yang berpotensi memengaruhi terjadinya stunting. Pembahasan mencakup pola asuh anak, pemenuhan kebutuhan gizi, kondisi lingkungan tempat tinggal, sanitasi, ketersediaan air bersih, hingga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Hasil pembahasan tersebut selanjutnya dirumuskan menjadi sejumlah usulan program yang akan dipertimbangkan dan diintegrasikan ke dalam dokumen RKP Desa Nggele Tahun Anggaran 2027.
Beberapa usulan yang mengemuka di antaranya peningkatan kualitas pelayanan Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, penyuluhan kesehatan keluarga, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, serta penguatan kapasitas kader kesehatan desa.
“Program-program tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Desa Nggele,” ungkap Hasri.
Ia menambahkan, Rembuk Stunting bukan sekadar forum pembahasan, tetapi menjadi ruang bersama untuk memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat masuk dalam perencanaan pembangunan desa secara lebih terarah.
Seluruh pemangku kepentingan yang hadir juga didorong untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program pencegahan stunting. Dengan demikian, intervensi yang nantinya dilaksanakan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Hasri berharap hasil Rembuk Stunting tersebut dapat menjadi salah satu pijakan dalam menetapkan prioritas pembangunan Desa Nggele pada 2027.
“Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Desa Nggele berharap berbagai program yang direncanakan dapat berjalan optimal serta mampu mewujudkan generasi penerus yang sehat, produktif, dan berdaya saing di masa mendatang,” pungkasnya.
(Jk)









