BOBONG, dutametro.com –Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) menggelar sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) guna menguatkan kepedulian dan gotong royong masyarakat. Selasa, (03/11/2026)
Bupati Sashabila Mus mengatakan, gerakan ini menjadi langkah strategis daerah dalam mempercepat penurunan stunting melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan di Pulau Taliabu tidak boleh hanya diukur dari sekadar fisik, seperti pembangunan jalan, jembatan, maupun fasilitas publik.
“Indikator utama keberhasilan pemerintah dan masyarakat justru terletak pada sejauh mana daerah mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan,” ujarnya
Bupati juga mengajak seluruh pihak agar menjadikan GENTING sebagai gerakan kepedulian bersama, tidak sekadar kegiatan seremonial atau program yang selesai dalam hitungan hari.
“Peduli dalam tindakan, berbagi dalam kepedulian, dan bergotong royong untuk masa depan generasi Taliabu,” ajaknya
Sashabila memaparkan, program GENTING dirancang untuk membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, BUMN, BUMD, dunia usaha, hingga organisasi keagamaan dan komunitas masyarakat.
Ia juga meminta Dinas PPPAKB untuk memperketat koordinasi bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Tim Pendamping Keluarga, hingga pemerintah tingkat kecamatan dan desa.
“Pelaksanaan program ini harus dikawal ketat melalui empat tahapan utama, yakni pemetaan keluarga berisiko, penggalangan partisipasi pemangku kepentingan, penyaluran bantuan yang tepat sasaran, serta pemantauan perkembangan kesehatan para penerima manfaat secara berkala,” tandasnya
Sementara itu, Kepala Dinas PPPAKB Taliabu, Surati Kene menjelaskan, persoalan stunting merupakan masalah mendasar pembangunan yang berdampak langsung pada daya saing, kecerdasan, dan masa depan anak-anak di daerah.
“Kontribusi para orang tua asuh tidak selalu harus dalam bentuk bantuan materi yang besar. Dukungan berupa makanan bergizi, sanitasi, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga edukasi kesehatan merupakan perhatian yang sangat berarti bagi keluarga sasaran,” jelasnya
Ia menyebut, sasaran utama dari gerakan ini berfokus pada ibu hamil, ibu menyusui, bayi di bawah usia dua tahun, serta keluarga yang memiliki risiko tinggi terpapar stunting di wilayah Pulau Taliabu.
(Jk)











