Iklan
Iklan

Sampah Menumpuk di Depan Pasar 23 Maret, DLH Kotamobagu Tegur Pedagang

KOTAMOBAGU,DutaMetro.com – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan di kawasan Pasar 23 Maret, Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat. Tumpukan sampah masih ditemukan di depan pintu gerbang pasar yang seharusnya digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan roda dua pengunjung.

Kondisi tersebut dinilai mengganggu kebersihan dan kenyamanan kawasan pasar. Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan membuat aktivitas masyarakat di salah satu pusat ekonomi warga itu menjadi kurang nyaman.

Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali mengingatkan pedagang maupun masyarakat agar tidak menjadikan kawasan depan pintu gerbang Pasar 23 Maret sebagai tempat membuang sampah sembarangan.

Kepala DLH Kotamobagu, Erwin Pasambuna, menegaskan bahwa menjaga kebersihan pasar tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Pedagang dan masyarakat harus memiliki kesadaran untuk mengelola sampah masing-masing sebelum diangkut petugas.

Menurut Erwin, pedagang seharusnya menyediakan wadah atau karung khusus untuk menampung sampah. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu petugas sekaligus mencegah sampah berserakan di kawasan pasar.

“Pedagang dan masyarakat kami imbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di depan pintu gerbang pasar. Karena pintu gerbang ini diperuntukkan sebagai tempat parkir kendaraan roda dua, diharapkan kepada para pedagang menyediakan karung untuk sampah agar memudahkan petugas saat melakukan pengangkutan. Mari sama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Erwin, Jumat (11/9/2026).

Erwin menjelaskan, DLH Kotamobagu telah melakukan pengangkutan sampah secara rutin setiap hari. Namun, tingginya aktivitas perdagangan membuat sampah kembali menumpuk setelah petugas selesai melakukan pengangkutan.

“Kami dari DLH setiap hari melakukan pengangkutan sampah, namun karena ini di pasar, setelah kami angkat ada lagi sampah yang baru,” ungkapnya.

Karena itu, DLH meminta agar persoalan sampah tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Pedagang, pengunjung pasar, serta masyarakat sekitar dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kawasan tersebut tetap bersih.

DLH juga menyoroti pembuangan sampah dalam jumlah besar, termasuk sampah yang berasal dari luar wilayah Kotamobagu. Erwin meminta agar sampah dalam volume besar tidak dibuang di kawasan Pasar 23 Maret.

“Kami mengimbau agar sampah yang jumlahnya banyak agar langsung ke TPA saja dan untuk sampah dari luar wilayah Kotamobagu agar tidak dibuang di kawasan Pasar 23 Maret,” tegasnya.

Menurutnya, upaya menjaga kebersihan pasar akan sulit maksimal jika masih ada pihak yang membuang sampah sembarangan. Karena itu, kesadaran dan kedisiplinan seluruh pihak menjadi kunci agar kawasan Pasar 23 Maret tetap bersih, tertata dan nyaman.

“Menjaga kebersihan menjadi tugas bersama, bukan hanya pemerintah. Kesadaran juga harus datang dari para pedagang dan masyarakat,” pungkas Erwin***

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News