Iklan
Iklan

Persikokot U17 Tumbang di Adu Penalti, PSKT Tomohon Rebut Trofi Piala Soeratin Sulut 2026

KOTAMOBAGU,DutaMetro.com — Persikokot Kotamobagu harus mengubur ambisi mengangkat trofi Piala Soeratin U17 Sulawesi Utara 2026. Skuad muda Kota Kotamobagu hanya mampu finis sebagai runner-up, setelah kalah dari PSKT Tomohon melalui drama adu penalti di Stadion Klabat, Manado, Sabtu (12/9/2026).

Pertandingan final berlangsung panas dan ketat sejak menit pertama. Kedua tim tampil agresif, saling menekan, dan tak memberikan ruang mudah bagi lawan untuk mengembangkan permainan.

Pertarungan sengit tersebut akhirnya berakhir dengan skor 1-1 hingga waktu normal. Tidak ada tim yang mampu mencetak gol tambahan untuk memastikan kemenangan dalam 90 menit pertandingan.

Drama pun berlanjut ke titik putih. Adu penalti menjadi penentu nasib kedua tim sekaligus menentukan siapa yang berhak membawa pulang trofi Piala Soeratin U17 Sulut 2026.
Di babak tersebut, Persikokot harus mengakui keunggulan PSKT Tomohon. Kegagalan mengamankan kemenangan di titik putih membuat langkah Persikokot terhenti tepat di depan pintu juara.

Perjuangan pemain muda Persikokot mendapat dukungan langsung dari Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Sp.M., bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H. Keduanya hadir di Stadion Klabat untuk menyaksikan langsung perjuangan tim kebanggaan masyarakat Kotamobagu.

Partai final tersebut juga disaksikan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus serta Plt. Ketua PSSI Sulawesi Utara Arya Sinulingga.

Meski gagal membawa pulang trofi juara, perjalanan Persikokot hingga partai final patut menjadi catatan penting dalam pembinaan sepak bola usia muda di Kotamobagu. Mereka mampu bertahan hingga pertandingan terakhir dan memaksa laga ditentukan melalui adu penalti.

Wali Kota Weny Gaib menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, pelatih, dan official yang telah memberikan perjuangan terbaik sepanjang turnamen.

“Terima kasih atas kerja keras, keringat, dan semangat juang tanpa batas yang telah diberikan di lapangan hijau. Kalian adalah kebanggaan seluruh masyarakat Kotamobagu! Teruslah berlatih dan bangkit untuk prestasi yang lebih tinggi di masa depan,” ujar Weny.

Menurut Weny, keberhasilan Persikokot menembus partai final merupakan pencapaian yang layak diapresiasi. Hasil tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi para pemain untuk terus meningkatkan kemampuan, disiplin, serta mental bertanding.

Kekalahan di partai final, kata dia, bukan akhir dari perjalanan. Justru pengalaman menghadapi pertandingan sebesar final dan tekanan adu penalti menjadi modal penting bagi para pemain muda untuk membentuk karakter serta mental juara.

Dengan status runner-up Piala Soeratin U17 Sulut 2026, Persikokot telah menunjukkan bahwa talenta muda sepak bola Kotamobagu mampu berbicara dan bersaing di level provinsi.

Kini, pekerjaan rumah berikutnya adalah menjaga kesinambungan pembinaan. Persikokot dituntut tidak berhenti pada pencapaian runner-up, tetapi menjadikan kegagalan di final sebagai bahan evaluasi untuk membangun tim yang lebih kuat.
Target berikutnya jelas: kembali ke partai final, tampil lebih matang, dan kali ini membawa pulang trofi juara ke Kotamobagu.***

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News