SUNGAI PENUH, dutametro.com – Kondisi lampu lalu lintas (traffic light) di Kota Sungai Penuh menjadi sorotan publik. Hampir empat bulan terakhir, sejumlah bahkan hampir seluruh traffic light di berbagai persimpangan utama tidak lagi berfungsi, namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan sehingga memunculkan keluhan dari masyarakat.
Berdasarkan pantauan media ini, kondisi traffic light di Kota Sungai Penuh tampak hampir menyeluruh tidak berfungsi. Lampu pengatur lalu lintas di sejumlah persimpangan utama terlihat padam, sehingga pengendara hanya mengandalkan kewaspadaan masing-masing saat melintas. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan maupun kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua LSM PETISI SAKTI, Indra Irawan, S.Pd, meminta Pemerintah Kota Sungai Penuh segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, keberadaan traffic light merupakan bagian penting dari sistem keselamatan lalu lintas yang tidak boleh diabaikan.
“Kami mendesak Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Perhubungan agar segera memperbaiki seluruh traffic light yang tidak berfungsi. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegas Indra Irawan.
Indra juga meminta Pemerintah Kota Sungai Penuh menjelaskan kepada masyarakat penyebab belum diperbaikinya lampu lalu lintas tersebut serta langkah-langkah yang sedang dilakukan agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut.
Sementara itu, Selasa (14/7/2026) saat dikonfirmasi media ini, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh, Dianda, membantah anggapan bahwa pihaknya melakukan pembiaran terhadap kondisi tersebut. Ia mengatakan Dinas Perhubungan telah berupaya mengatasi persoalan lampu lalu lintas meski terbentur keterbatasan anggaran.
“Terkait kondisi lampu lalu lintas, kami jelaskan Dinas Perhubungan sudah berupaya menanggapi hal tersebut, bukannya kami melakukan pembiaran. Lampu lalu lintas itu sudah ada sejak Kota Sungai Penuh masih menjadi bagian dari Kabupaten Kerinci, dan di beberapa titik memang sudah mengalami kerusakan. Kami juga sudah beberapa kali mengajukan proposal penganggaran untuk perbaikan traffic light, namun hingga saat ini belum ada titik terang,” ujar Dianda.
Dianda menambahkan, untuk meminimalisasi risiko kecelakaan, Dinas Perhubungan menempatkan personel di beberapa persimpangan pada jam-jam sibuk.
“Untuk sementara, demi keselamatan dan kenyamanan pengendara, kami menugaskan anggota Dishub di beberapa titik pada saat jam-jam keramaian. Namun, kami juga menghadapi keterbatasan personel sehingga belum semua persimpangan dapat dijaga,” jelasnya.
Masyarakat berharap persoalan ini segera mendapat solusi melalui dukungan anggaran dan langkah konkret dari Pemerintah Kota Sungai Penuh. Mengingat traffic light merupakan fasilitas vital bagi keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, perbaikannya dinilai perlu menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. (Jn)























