Sawahlunto,dutametro.com – Badan Pengelola (BP) Geopark Sawahlunto melaksanakan Geopark Goes to School di SDN 16 Sikalang Desa Sikalang Kecamatan Talawi, Senin (15/06/2026). Edukasi dipresentasikan langsung oleh ketua harian BP Geopark Sawahlunto Efdi.S.P yang diikuti oleh seluruh siswa dan majelis guru.
Ketua harian BP Geopark Sawahlunto Efdi menyebut, salahsatu pilar Geopark adalah edukasi dalam memperkenalkan warisan geologi, warisan budaya, dan warisan hayati kota Sawahlunto.
“Salah satu warisan geologi yang sangat familiar bagi anak-anak desa Sikalang adalah batubara Antrasit karena hampir semua kakek atau buyut mereka adalah pekerja tambang batubara,” sebut Efdi.
Efdi juga menjelaskan, pengenalan batuan sedimen semakin menarik dengan ditunjukkannya contoh batuan fosil yang berumur ratusan juta tahun.
“Sebagai kawasan permukiman pekerja tambang batubara sejak masa Belanda, Desa Sikalang juga melestarikan budaya yang muncul akibat pertambangan batubara yaitu “Bahasa Tangsi” dan “Kudo Kepang” yang sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda Nasional,” jelas Efdi.
Kepala SDN 16 Sikalang Reflita SP.d sangat menyambut baik kegiatan edukasi kekayaan bumi Sawahlunto ini.
” Kegiatan ini menambah ilmu bagi anak-anak kami, yang tadinya tidak tahu tentang Geopark sekarang menjadi tahu. Kami akan menjadikan salah satu sudut sekolah menjadi Pojok Geopark yang berisikan informasi tentang geopark Sawahlunto,” ungkap dia.
Sementara itu salah satu guru pendamping Darmalinda ,M.Pd mengungkapkan, sebagian besar pelajar SDN 16 Sikalang merupakan penutur bahasa Tangsi.
“Salah satu kegiatan ekstrakurikuler kami juga tari Kudo Kepang,” ungkap Darmalinda.(riky)






















