Iklan
Iklan

Masyarakat Desak BNNP Jambi Hadirkan Balai Rehabilitasi Narkoba di Bumi Sakti Alam Kerinci

SUNGAI PENUH, dutametro.com – Meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci dalam beberapa tahun terakhir semakin memicu keresahan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong warga mendesak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi agar segera menghadirkan balai rehabilitasi narkoba di wilayah Bumi Sakti Alam Kerinci.

Hingga saat ini, belum tersedianya fasilitas rehabilitasi di daerah membuat masyarakat yang memiliki anggota keluarga terjerat penyalahgunaan narkoba terpaksa merujuk pasien ke Kota Jambi, bahkan ke luar provinsi. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, baik dari segi biaya pengobatan, transportasi, maupun pendampingan keluarga selama proses pemulihan berlangsung.

Seorang warga Kota Sungai Penuh mengatakan, banyak keluarga sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk menyelamatkan anggota keluarganya yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Namun, keterbatasan akses terhadap layanan rehabilitasi menjadi kendala utama.

“Kami berharap generasi muda yang terjerat narkoba dipandang sebagai korban yang harus diselamatkan. Mereka membutuhkan pengobatan dan pendampingan agar dapat kembali menjalani kehidupan normal, bukan semata-mata dihukum. Sayangnya, tidak adanya fasilitas rehabilitasi di daerah membuat kami kesulitan. Jika harus dirujuk ke Jambi, biayanya cukup besar dan tidak semua keluarga mampu,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan berbagai informasi dan hasil penelusuran yang dihimpun, angka penyalahgunaan narkoba di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci menunjukkan tren peningkatan dalam dua tahun terakhir. Sebagian besar pengguna berasal dari kalangan remaja, pelajar, hingga usia produktif yang menjadi kelompok paling rentan terhadap pengaruh peredaran narkotika.

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak serius terhadap masa depan generasi muda apabila tidak segera ditangani melalui langkah-langkah yang komprehensif, mulai dari upaya pencegahan, rehabilitasi, hingga pemberantasan jaringan peredaran narkoba.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Petisi Sakti, Indra Wirawan, S.Pd, menilai keberadaan balai rehabilitasi narkoba di wilayah Sungai Penuh dan Kerinci sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Menurutnya, fasilitas rehabilitasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemulihan bagi para pengguna, tetapi juga dapat menjadi pusat edukasi, sosialisasi, dan pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi masyarakat luas.

“Kami meminta BNNP Jambi mendengar aspirasi masyarakat. Kehadiran balai rehabilitasi di Sungai Penuh dan Kerinci akan sangat membantu proses pemulihan para korban penyalahgunaan narkoba. Keluarga juga dapat lebih mudah memberikan pendampingan secara langsung. Ini merupakan langkah penting untuk menyelamatkan generasi muda Kerinci dan Sungai Penuh dari ancaman narkoba,” tegas Indra.

Ia juga berharap pemerintah daerah bersama BNNP Jambi dapat membangun sinergi yang kuat dalam penanganan persoalan narkoba, termasuk menyiapkan lahan, sarana pendukung, serta program rehabilitasi yang mudah diakses oleh masyarakat.

Masyarakat menilai pendekatan rehabilitasi harus menjadi prioritas, terutama bagi para pengguna yang merupakan korban ketergantungan. Pemulihan yang tepat diyakini mampu membantu mereka kembali produktif, memperbaiki kualitas hidup, dan berperan aktif di tengah lingkungan sosial.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BNNP Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait rencana pembangunan balai rehabilitasi narkoba di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Masyarakat berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNNP Jambi, serta seluruh pemangku kepentingan dapat segera mengambil langkah konkret untuk menghadirkan fasilitas rehabilitasi yang memadai. Upaya tersebut dinilai penting sebagai langkah strategis untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba sekaligus menyelamatkan masa depan generasi muda di Bumi Sakti Alam Kerinci. (Jn)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News