SUNGAI PENUH, dutametro.com – Warga Desa Koto Keras, Kota Sungai Penuh, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul beredarnya informasi mengenai dugaan penempelan narkotika jenis sabu di wilayah Dusun Mayang Mengurai.
Informasi tersebut pertama kali beredar melalui grup WhatsApp Mitra Pers Polres Kerinci yang disampaikan oleh Ketua DPD IWO Indonesia Kota Sungai Penuh–Kabupaten Kerinci, Dpt. Doni Efendi. Jumat (17/7/2026).
Dalam informasi yang beredar disebutkan bahwa diduga ditemukan narkotika jenis sabu yang ditempel di salah satu lorong di Dusun Mayang Mengurai, tepatnya di depan rumah seorang warga yang dikenal dengan sapaan Bg Alex (Wo Porda). Disebutkan pula, pelaku penempelan sempat diketahui dan dikejar oleh Bg Alex, namun berhasil melarikan diri.
Menindaklanjuti informasi tersebut, masyarakat Desa Koto Keras diminta untuk lebih waspada terhadap keberadaan orang-orang yang tidak dikenal yang memasuki lingkungan desa. Warga juga diimbau meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan serta segera melaporkan kepada aparat kepolisian maupun pemerintah desa apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Merespons cepat informasi yang beredar, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kerinci langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pengamanan, serta penyelidikan awal terkait dugaan penemuan narkotika tersebut.
Langkah cepat yang dilakukan Satresnarkoba Polres Kerinci merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, sekaligus menindaklanjuti setiap informasi yang berkaitan dengan dugaan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Kerinci.
Polres Kerinci juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba dengan meningkatkan kewaspadaan serta tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menjauhi narkoba dalam bentuk apa pun. Penyalahgunaan narkotika tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan, merusak kehidupan keluarga, dan mengancam keberlangsungan generasi muda.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut dan belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil penyelidikan di lokasi. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. (Jn)























