Iklan
Iklan

Polsek Muaro Kalaban dan Tim Inafis Polres Sawahlunto Identifikasi Temuan Pria Meninggal Gantung Diri di Muaro Kalaban

Sawahlunto,dutametro.com – Personel Polsek Muaro Kalaban bersama Tim Inafis Sat Reskrim Polres Sawahlunto bergerak cepat mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di Dusun Sungai Loban, Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Senin (13/07/2026).

Korban diketahui berinisial YP (34), seorang pekerja swasta yang berdomisili di Dusun Sungai Loban, Desa Muaro Kalaban, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto.

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Muaro Kalaban AKP Doni Fatrizal menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 12.30 WIB mengenai adanya seorang warga yang ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Muaro Kalaban bersama personel dan dibantu Tim Inafis Sat Reskrim Polres Sawahlunto segera mendatangi lokasi guna melakukan pengamanan TKP, memasang garis polisi (police line), meminta keterangan para saksi, serta melaksanakan olah TKP untuk memastikan penyebab kejadian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, ibu korban berinisial T (70) menerangkan bahwa sekitar pukul 08.00 WIB dirinya berangkat ke pasar untuk berdagang dan saat itu melihat korban masih berada di kamar dalam keadaan tidur.

Sekitar pukul 10.00 WIB, korban sempat mendatangi rumah kakaknya yang berinisial NY (43). Korban meminta dibuatkan kopi, namun kemudian mengatakan bahwa dirinya tidak jadi meminumnya karena mengeluhkan sakit pada bagian perut. Sekitar pukul 10.30 WIB, korban kembali ke rumahnya.

Saat ibu korban pulang dari pasar sekitar pukul 11.30 WIB, ia mendapati korban telah tergantung di bagian atas kusen pintu menggunakan selembar kain sarung dengan posisi kaki tertekuk. Peristiwa tersebut kemudian segera dilaporkan kepada personel Polsek Muaro Kalaban.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa satu lembar kain sarung bermotif kotak warna cokelat silver yang diduga digunakan korban.

Hasil pemeriksaan medis oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Sawahlunto menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas menemukan bekas jeratan pada bagian leher di bawah telinga sebelah kiri yang sesuai dengan mekanisme gantung diri. Selain itu, ditemukan bekas cairan mani pada pakaian dalam korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan pihak keluarga serta warga sekitar, korban diduga mengalami depresi akibat penyakit pada bagian perut yang telah lama dideritanya dan sering kambuh.

Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah dan telah membuat surat pernyataan resmi penolakan autopsi. Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, sekitar pukul 13.30 WIB, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di area pemakaman keluarga di depan rumah korban.

Kapolsek Muaro Kalaban AKP Doni Fatrizal mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan fisik maupun mental anggota keluarga dan lingkungan sekitar.

“Dukungan keluarga serta penanganan medis dan psikologis sejak dini sangat penting bagi seseorang yang mengalami tekanan psikologis atau menderita penyakit berkepanjangan,” ungkap dia.

Polres Sawahlunto juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, perangkat desa, maupun pihak kepolisian apabila mengetahui warga yang membutuhkan pendampingan, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.

(riky)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News