Iklan
Iklan

“API BERKOBAR DI DEKAT KANTOR CAMAT, KESIAPAN DAMKAR BOLTIM DIPERTANYAKAN”

BOLTIM,DutaMetro.com— Kebakaran melanda lahan kosong yang berada tak jauh dari kompleks Kantor Camat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Senin (14/9/2026). Peristiwa ini sontak memicu perhatian warga, terlebih karena kobaran api berada di kawasan yang berdekatan dengan fasilitas pemerintahan.

Sorotan bukan hanya tertuju pada kebakaran, tetapi juga pada respons petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Boltim di lokasi. Sejumlah warga mengaku melihat kendaraan Damkar beberapa kali melintas di sekitar lokasi saat api masih berkobar.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan apakah armada yang berada di lokasi benar-benar dalam kondisi siap operasional ketika dibutuhkan untuk melakukan tindakan pemadaman.

“Armada ada, tapi api dibiarkan. Kalau sampai menjalar ke bangunan, siapa yang bertanggung jawab?” ujar seorang warga yang berada di sekitar lokasi.

Pertanyaan warga semakin menguat karena api disebut sempat membesar. Dalam situasi seperti itu, kecepatan dan ketepatan respons menjadi sangat penting, terutama ketika titik kebakaran berada dekat dengan bangunan maupun kawasan pelayanan pemerintahan.
Warga juga mempertanyakan dugaan persoalan teknis pada armada, termasuk ketersediaan air dan kelengkapan peralatan pemadaman. Jika benar terdapat kendala tersebut, maka persoalannya bukan sekadar penanganan satu kejadian, melainkan menyangkut kesiapan sistem pemadam kebakaran secara keseluruhan.

“Jangan nanti setelah api membesar baru semua bergerak. Damkar itu harus siap sebelum kejadian besar terjadi. Ini menyangkut keselamatan masyarakat dan aset daerah,” kata warga lainnya.

Kritik tersebut dinilai wajar mengingat Damkar merupakan salah satu layanan vital yang dituntut bergerak cepat ketika terjadi kebakaran. Keterlambatan atau ketidaksiapan di lapangan dapat memperbesar risiko kerugian, terlebih apabila api merambat ke permukiman atau fasilitas publik.

Publik pun mulai mempertanyakan standar kesiapsiagaan Damkar Boltim. Apakah seluruh armada benar-benar siap digunakan? Apakah pasokan air selalu tersedia? Apakah peralatan pemadaman dalam kondisi layak? Dan apakah setiap petugas memiliki prosedur respons yang jelas ketika menerima laporan kebakaran?

“Kami bukan mau menyalahkan petugas. Tapi pemerintah harus menjelaskan. Kalau memang ada kendala, sampaikan secara terbuka. Jangan masyarakat hanya melihat armada datang, tetapi tidak tahu kenapa pemadaman tidak maksimal,” tegas warga.

Desakan evaluasi kini mengarah kepada Pemerintah Kabupaten Boltim. Armada, kondisi peralatan, ketersediaan air, kesiapan personel hingga mekanisme respons terhadap laporan kebakaran dinilai perlu diperiksa secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Boltim maupun pihak Damkar terkait dugaan kendala dalam penanganan kebakaran tersebut. Publik menunggu klarifikasi: apakah benar terjadi kelalaian, atau terdapat faktor teknis lain yang menyebabkan pemadaman tidak berjalan maksimal.***

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News