BOLAANG MONGONDOW, DutaMetro.com — BRI Cabang Kotamobagu memperluas edukasi keuangan ke lingkungan pesantren melalui sosialisasi produk Simpanan Pelajar (SimPel) di Pondok Pesantren Nahdhatul Khairaat Cempaka, Kabupaten Bolaang Mongondow. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong budaya menabung sekaligus memperkenalkan layanan perbankan formal kepada kalangan santri sejak dini.
Dalam kunjungan tersebut, BRI memberikan informasi mengenai manfaat SimPel, kemudahan pembukaan rekening tabungan pelajar, serta pentingnya membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak sejak usia muda.
Program ini tidak sekadar memperkenalkan produk perbankan, tetapi juga menjadi upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di lingkungan pendidikan. Dengan pemahaman keuangan yang memadai, para santri diharapkan mampu membangun kebiasaan menabung, mengatur uang saku, dan mengenal pentingnya perencanaan keuangan.
Pemimpin BRI Cabang Kotamobagu, Cepi Epianto, menyampaikan bahwa Simpanan Pelajar diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi para santri untuk mengenal pengelolaan keuangan secara lebih terarah sejak dini.
Selain menyampaikan informasi produk, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dengan pengelola Pondok Pesantren Nahdhatul Khairaat Cempaka guna menjajaki kerja sama dalam memperluas akses layanan perbankan bagi peserta didik.
BRI Cabang Kotamobagu berharap sosialisasi ini dapat mendorong semakin banyak pelajar dan santri untuk memiliki rekening tabungan serta memanfaatkan layanan keuangan formal sesuai kebutuhan mereka.
Ke depan, BRI Cabang Kotamobagu berkomitmen melanjutkan edukasi perbankan ke berbagai lembaga pendidikan. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengenalan terhadap produk perbankan, tetapi juga menanamkan kebiasaan menabung dan membentuk generasi muda yang lebih disiplin, mandiri, serta cerdas dalam mengelola keuangan.
Melalui langkah ini, BRI Cabang Kotamobagu menegaskan bahwa literasi keuangan harus dibangun sejak dini dan menjangkau seluruh lingkungan pendidikan, termasuk pesantren. Sebab, membiasakan generasi muda menabung bukan sekadar mengajarkan cara menyimpan uang, melainkan menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian dalam mengelola masa depan. Dari pesantren, kesadaran finansial diharapkan tumbuh menjadi budaya yang membekali santri menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang***










