Iklan
Iklan

Diduga Batasi Keterbukaan, Panitia FLS2N Kota Sungai Penuh Larang Orang Tua dan Wartawan Dokumentasi Lomba

SUNGAI PENUH, dutametro.com – Pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS2N/Fesen) tingkat SD/MI dan SMP/MTS Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Sabtu (16/5) menuai polemik.

Panitia lomba secara tegas melarang orang tua peserta hingga wartawan mengambil foto maupun video selama perlombaan berlangsung.

Larangan itu disampaikan langsung sebelum kegiatan dimulai. Bahkan, panitia memperingatkan siapa pun yang kedapatan mendokumentasikan jalannya lomba akan diminta keluar dari arena kegiatan.
“Selama lomba berlangsung tidak diperbolehkan mendokumentasikan. Jika ada yang ketahuan mengambil dokumentasi, maka akan diminta keluar dari arena lomba,” ujar salah seorang panitia di hadapan peserta dan pendamping.

Kebijakan tersebut sontak memicu tanda tanya besar. Pasalnya, FLS2N/Fesen merupakan agenda resmi bidang pendidikan yang melibatkan siswa dan diselenggarakan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh. Namun, akses dokumentasi justru dibatasi secara ketat, termasuk terhadap media yang menjalankan tugas jurnalistik.

Sejumlah orang tua peserta mengaku kecewa dengan aturan tersebut. Mereka menilai larangan total mengambil gambar maupun video terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan keterbukaan dalam kegiatan pendidikan.

“Kami datang untuk mendampingi dan memberi semangat kepada anak-anak. Wajar kalau orang tua ingin mengabadikan momen anaknya saat tampil. Tapi tadi justru dilarang total,” ungkap salah seorang pendamping peserta yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Kekecewaan serupa juga disampaikan beberapa wartawan yang hadir meliput kegiatan. Mereka mempertanyakan alasan panitia membatasi dokumentasi, padahal kegiatan berlangsung di ruang publik pemerintahan dan bukan agenda tertutup.
Saat dikonfirmasi, salah seorang panitia menyebut larangan tersebut merupakan instruksi dari Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh.

“Ini sudah aturan dari Dinas Pendidikan,” ujarnya singkat.
Pernyataan itu kemudian dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh melalui sambungan telepon WhatsApp. Kepala Dinas membenarkan adanya aturan larangan dokumentasi selama perlombaan berlangsung.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi terkait dasar teknis maupun regulasi tertulis yang menjadi landasan pelarangan dokumentasi terhadap orang tua peserta dan wartawan.

Kebijakan tersebut kini menjadi sorotan publik. Banyak pihak mempertanyakan urgensi larangan itu dalam sebuah ajang seni dan sastra pelajar yang seharusnya menjadi ruang apresiasi, kreativitas, dan kebanggaan bagi peserta maupun keluarga mereka.

Tidak sedikit pula yang menilai pembatasan dokumentasi justru menimbulkan kesan tertutup dan memunculkan spekulasi di tengah masyarakat. Publik pun bertanya, ada apa sebenarnya dengan pelaksanaan FLS2N/Fesen tahun ini hingga dokumentasi harus dibatasi sedemikian ketat?. (Jn)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News