KOTAMOBAGU,DutaMetro.com — Lima peserta asal Kota Kotamobagu dipercaya memperkuat kontingen Sulawesi Utara pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa talenta generasi muda daerah mampu menembus persaingan hingga ke panggung nasional.
Kelima peserta tersebut akan tampil pada sejumlah cabang lomba. Tiga peserta akan bertanding pada cabang Syahril, sementara masing-masing satu peserta mewakili Sulawesi Utara pada cabang Kaligrafi dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Kotamobagu, Hamdan Mokoagow, S.Pd., mengatakan keikutsertaan lima peserta tersebut bukan sekadar membawa nama daerah dalam sebuah kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk menguji sekaligus mengembangkan potensi generasi muda.
Menurut Hamdan, tampil di tingkat nasional memiliki tantangan yang jauh lebih besar. Setelah melewati proses seleksi dan persaingan di tingkat Provinsi Sulawesi Utara, kemampuan para peserta kini kembali diuji dengan bertemu peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia menjelaskan, khusus cabang Syahril, kemampuan peserta tidak berhenti pada aspek membaca atau menyampaikan pesan Al-Qur’an. Peserta juga dituntut mampu memahami persoalan kehidupan dan menghubungkannya dengan ayat serta nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.
“Tentunya saya melihat potensi generasi muda Kota Kotamobagu dalam bersaing. Setelah diuji di tingkat provinsi, kemampuan mereka kini kembali diuji di tingkat nasional,” ujar Hamdan.
Bagi Pemerintah Kota Kotamobagu, keikutsertaan lima peserta ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda tidak boleh berhenti pada seremoni.
Potensi yang ada harus terus digali, dibina dan diberikan ruang untuk berkembang hingga mampu berbicara di tingkat yang lebih tinggi.
Hamdan berharap keberadaan peserta Kotamobagu di MTQ Nasional XXXI dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya. Prestasi, menurutnya, harus dibangun melalui proses panjang, latihan berkelanjutan, serta keberanian untuk bersaing.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun kemampuan secara bertahap. Generasi muda yang memiliki potensi perlu diarahkan agar tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga memiliki kesiapan ketika harus berhadapan dengan kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.
Hamdan menyebut Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, sebelumnya telah mendorong pengembangan kemampuan anak-anak daerah. Dorongan tersebut diarahkan pada upaya menggali potensi generasi muda yang dapat menjadi kekuatan daerah sekaligus membawa nama Kota Kotamobagu dan Sulawesi Utara.
“Ini juga menjadi bagian dari rasa syukur, karena Kota Kotamobagu mempunyai andil mewakili Sulawesi Utara di tingkat nasional dalam mengikuti lomba tersebut,” tandas Hamdan.
Kini, lima wakil Kotamobagu tersebut tidak hanya membawa kemampuan pribadi. Mereka juga membawa nama daerah dan Sulawesi Utara ke panggung MTQ Nasional XXXI. Ajang ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa pembinaan talenta lokal mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di level nasional.***









