Iklan
Iklan

28 OPD Adu Inovasi di Lomba IGA Kotamobagu, Pelayanan Publik Jadi Taruhan

KOTAMOBAGU,DutaMetro.com — Pemerintah Kota Kotamobagu terus mendorong perangkat daerah untuk tidak berhenti pada pola pelayanan konvensional. Komitmen tersebut diuji melalui Lomba Inovasi Daerah dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Kota Kotamobagu 2026 yang kini memasuki hari kedua tahapan presentasi dan wawancara.

Kegiatan yang digelar Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) itu berlangsung di Ruang Rapat Bappelitbangda, Jalan Kampus Mogolaing, Rabu (16/9/2026).

Kepala Bappelitbangda Kotamobagu, Retna Sari Damopolii, ST., ME., mengatakan sebanyak 28 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dijadwalkan mempresentasikan inovasi masing-masing di hadapan tim juri.

Menurut Retna, lomba tersebut bukan sekadar kompetisi antar-OPD. Inovasi yang ditampilkan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan pemerintah.

“Lomba inovasi daerah ini kami laksanakan untuk mendorong OPD agar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat lewat inovasi yang mereka terapkan. Selain itu, lomba ini adalah wadah untuk kami menghimpun inovasi daerah,” ungkap Retna.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak delapan OPD telah menjalani tahapan presentasi dan wawancara. Sejumlah inovasi yang dipaparkan bahkan menyentuh langsung persoalan pelayanan kesehatan, ketertiban umum, kebakaran hingga tata kelola pemerintahan.
Salah satunya “Kurma Rigawa Gemoy” atau Kunjungan Rumah Penderita Gangguan Jiwa dan Gerakan Minum Obat Yuk yang dihadirkan UPTD Puskesmas Gogagoman. Program tersebut difokuskan pada pelayanan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), terutama memastikan mereka memperoleh pelayanan kesehatan secara berkala melalui kunjungan langsung ke rumah atau home care.

Kepala Puskesmas Gogagoman, Soemartini Soegihardjo, menjelaskan inovasi tersebut juga menyasar keluarga dan kader kesehatan melalui edukasi Pendamping Minum Obat (PMO). Langkah itu ditujukan agar pasien tidak mengalami putus obat yang dapat meningkatkan risiko kekambuhan.

Inovasi lainnya datang dari Satpol PP dan Damkar melalui SIAP-TERTIB, singkatan dari Sistem Informasi Pelaporan Ketertiban dan Kebakaran. Aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store tersebut dirancang untuk mempermudah masyarakat menyampaikan laporan terkait gangguan ketertiban umum maupun kejadian kebakaran dan nonkebakaran.

Sementara itu, Inspektorat Daerah menghadirkan TUNTASKAN TGR atau Tindak Lanjut dan Selesaikan Tuntutan Ganti Rugi. Inovasi ini diarahkan untuk memperkuat efektivitas tindak lanjut hasil pemeriksaan, khususnya dalam penyelesaian kerugian daerah di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu.

Melalui inovasi tersebut, penyelesaian kerugian daerah didorong agar berjalan lebih efektif, akuntabel dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya berbicara mengenai aplikasi atau teknologi, tetapi juga menyangkut pembenahan sistem dan tata kelola pemerintahan.

Rum Mokoagow, S.IP, menjelaskan pelaksanaan Lomba Inovasi Daerah IGA Kota Kotamobagu direncanakan berlangsung selama tiga hari. Setelah presentasi dan wawancara, seluruh peserta masih akan menghadapi tahapan kunjungan lapangan atau fact finding sebelum hasil akhir diumumkan tim juri.

“Setelah tahapan presentasi dan wawancara, peserta lomba inovasi masih akan melalui tahapan kunjungan lapangan atau fact finding. Sesudah itu pemenang akan langsung diumumkan oleh Tim Juri,” jelas Rum.

Tim juri dalam ajang tersebut terdiri dari Prof. Dr. Herie Saksono dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Anthonius Riva, SE., M.Si. dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, serta Sofyan Mokoginta, SH., ME., selaku Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu yang juga menjadi juri kehormatan.

Ajang IGA Kota Kotamobagu 2026 pun menjadi ruang untuk menguji sejauh mana inovasi yang dibuat perangkat daerah benar-benar memiliki manfaat dan dapat diterapkan dalam pelayanan pemerintahan. Bukan sekadar nama program, tetapi sejauh mana inovasi tersebut mampu memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.***

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News