Iklan
Iklan

Perkuat Standar Mutu Pelayanan, RSUD Bobong Gelar Pendampingan Akreditasi Bersama LARS DHP

Pulau Taliabu – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong terus memantapkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pendampingan akreditasi bersama Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 RSUD Bobong tersebut dijadwalkan hingga 6 November 2026. Pendampingan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan rumah sakit menghadapi survei akreditasi sekaligus memastikan seluruh standar pelayanan kesehatan berjalan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur RSUD Bobong, Gesber Tani, dan diikuti jajaran manajemen rumah sakit, Wakil Ketua serta anggota Kelompok Kerja (Pokja) Akreditasi, Komite Medik, Komite Keperawatan, hingga seluruh kepala ruangan.

Untuk memberikan pendampingan secara komprehensif, LARS DHP menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni Apt. Ismail, S.Si., M.Kes. dan Lindari Rahayu Makassar, S.Kep., Ns., M.Kep.

Direktur RSUD Bobong, Gesber Tani, menjelaskan bahwa pendampingan tersebut difokuskan pada penguatan empat kelompok kerja utama yang memiliki peran penting dalam pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.

Keempat aspek tersebut meliputi penguatan implementasi enam Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Alur Pelayanan Pasien (AKP), serta Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK).

Selain melakukan telaah terhadap dokumen akreditasi, tim pendamping juga memberikan penguatan pemahaman terkait implementasi standar pelayanan. Tahapan selanjutnya akan dilanjutkan dengan simulasi telusur lapangan sebagaimana mekanisme penilaian oleh surveior akreditasi.

Gesber menegaskan, pendampingan ini bukan sekadar persiapan administratif untuk menghadapi penilaian akreditasi, melainkan bagian dari upaya membangun budaya mutu dan keselamatan pasien secara berkelanjutan di lingkungan RSUD Bobong.

“Akreditasi bukan hanya soal penilaian, tetapi tentang membangun budaya mutu. Kami ingin memastikan seluruh pasien yang datang ke RSUD Bobong mendapatkan pelayanan terbaik, aman, dan bermartabat. Karena itu, kami serius mempersiapkan diri menuju Akreditasi Paripurna,” tegas Gesber.

Ia berharap, melalui pendampingan tersebut, seluruh unsur rumah sakit semakin memahami dan mampu menerapkan standar akreditasi, baik dari aspek kelengkapan dokumen administrasi maupun pelaksanaan pelayanan secara langsung di lapangan.

Menurutnya, kesiapan menghadapi akreditasi harus dibangun melalui keterlibatan seluruh jajaran rumah sakit, sehingga peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya terlihat saat penilaian berlangsung, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari.

“Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh jajaran, kami berupaya memantapkan kesiapan RSUD Bobong dalam menghadapi survei akreditasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

(JK)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News