Iklan
Iklan

Delapan Rumah Diselimuti Duka, RSB Hadir Mengetuk Pintu Keluarga Korban Tragedi Drag Race Upay

KOTAMOBAGU,DutaMetro.com — Duka tragedi maut drag race di Kelurahan Upay belum juga reda. Di delapan rumah, tangis kehilangan masih menyelimuti keluarga korban yang harus menerima kenyataan pahit: orang tercinta yang pergi dalam tragedi tersebut tak akan pernah kembali.

Di tengah suasana penuh kehilangan itu, RSB menunjukkan kepeduliannya dengan mendatangi langsung delapan rumah duka. Melalui istrinya, Gayatri S. Bangsawan, RSB menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan kepada keluarga korban yang tengah menghadapi masa paling berat dalam hidup mereka.

Kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Dari satu rumah ke rumah lainnya, Gayatri hadir untuk menemui keluarga korban, mendengarkan langsung kepedihan mereka, serta menyampaikan pesan bahwa mereka tidak menghadapi tragedi ini seorang diri.

Suasana haru terasa kuat di setiap rumah yang didatangi. Wajah-wajah penuh duka, pelukan keluarga, dan air mata menjadi gambaran betapa dalam luka yang ditinggalkan tragedi drag race tersebut. Di tengah suasana itu, santunan diserahkan sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada keluarga yang ditinggalkan.

Gayatri S. Bangsawan mengatakan, kehadiran mereka merupakan bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus upaya untuk memberikan sedikit dukungan kepada keluarga yang sedang berduka.

“Kami datang bukan untuk menghapus kesedihan, karena kami tahu kehilangan orang yang dicintai tidak bisa digantikan dengan apa pun. Kami hanya ingin menyampaikan bahwa keluarga korban tidak sendiri. Kami ikut merasakan duka dan memberikan dukungan kepada mereka,” ujar Gayatri.

Menurutnya, tragedi tersebut telah meninggalkan luka yang sangat dalam, bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat yang ikut merasakan kesedihan atas musibah tersebut. Karena itu, kepedulian terhadap keluarga korban dinilai harus terus diberikan, terutama pada masa-masa sulit setelah tragedi.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Para korban telah meninggalkan luka yang besar, tetapi kami berharap keluarga dapat melewati masa berat ini dengan dukungan dari banyak pihak,” lanjut Gayatri.

Delapan rumah didatangi. Delapan keluarga ditemui. Di setiap pintu rumah duka, pesan yang dibawa tetap sama: belasungkawa, kepedulian, dan penghormatan bagi mereka yang telah pergi. Kehadiran RSB melalui Gayatri menjadi bentuk nyata bahwa di tengah tragedi dan kehilangan, masih ada kepedulian yang mengetuk pintu keluarga korban.

Tragedi drag race Upay kini bukan sekadar catatan tentang sebuah perlombaan yang berakhir dengan maut. Di baliknya ada keluarga yang kehilangan, ada rumah yang mendadak sunyi, dan ada luka yang membutuhkan waktu panjang untuk pulih. Di tengah luka itulah, RSB memilih hadir—datang, menyampaikan duka, dan memberikan dukungan langsung kepada keluarga korban.***(Bams)

Must Read

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Related News